Inga..Inga..Inga

Dari 'Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa yang mencari ridho Alloh dengan membuat marah manusia maka Alloh meridhoinya dan menjadikan manusia ridho kepadanya. Dan barangsiapa yang mencari ridho manusia dengan membuat Alloh murka maka Alloh murka kepadanya dan menjadikan manusia murka kepadanya." ( Shohih Ibnu Hibban jilid 2 no. 276 dihasankan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth rohimahulloh )

Sabtu, 07 Mei 2011

Keutamaan Istri Seorang Da’i

Cibaruis, Selasa, 22  Jumadil Awwal 1432 H / 26 April 2011 M

Oleh Ibnu Mukhtar

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Alhamdulillahi wash-sholaatu was-salaamu 'alaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihi ajma'ien wa ba'du.

Saudaraku, mengajak manusia kepada ajaran Islam yang sesuai sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam  dan memperingatkan mereka dari segala bentuk syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya berdasar pengetahuan dan pemahaman yang benar merupakan hakikat dakwah ilallloh yang pernah dijalani Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Maka para da’i atau juru dakwah yang menunaikan amalan dakwahnya dengan ikhlas dan sesuai sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam akan mendapatkan keutamaan dan ganjaran yang besar. Adapun para da’i atau juru dakwah yang menyeru kepada amalan syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya maka mereka akan memikul dosa mereka sendiri ditambah dosa sebanyak orang yang mengikuti ajaran mereka.

Lalu, bagaimana dengan istri para juru dakwah? Adakah keutamaan untuk mereka?

Saudaraku, selain mendapat keutamaan menikah secara umum ( lihat Buletin Sabilul Mu’minin No. 33 Thn Ke VI  Tgl  22 Syawwal 1431 H /   1 Oktober  2010 M    dengan judul keutamaan menikah sesuai sunnah ), seorang muslimah yang menikah dengan seorang juru dakwah ( yakni penyeru kepada tauhid dan sunnah bukan penyeru syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya, pen),  ia memiliki keutamaan lain yang tak kalah pentingnya. Di antaranya adalah :

Pertama, menunjukkan tingkat kecerdasannya lebih baik.

Ketahuilah bahwa seorang muslimah yang menikah dengan lelaki sholeh adalah orang yang cerdas. Namun, muslimah yang menikah dengan seorang juru dakwah, tingkat kecerdasannya lebih baik dari kebanyakan wanita. Ia menikah bukan sekedar dengan  lelaki yang dinilai sholeh saja. Namun ia memilih lelaki sholeh yang tingkat kebaikan agama dan akhlaknya serta manfaatnya telah diakui dan dirasakan kaum muslimin.

Dan tidak diragukan lagi oleh setiap muslim yang memiliki hati yang jernih dan akal yang cerdas, seorang juru dakwah termasuk sosok orang sholeh terbaik dalam pandangan Islam baik aqidah, ibadah,  akhlak dan manfaatnya bagi umat.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو - رضى الله عنهما - قَالَ لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - فَاحِشًا وَلاَ مُتَفَحِّشًا وَكَانَ يَقُولُ « إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا  

Dari Abdulloh bin Amr bin al-‘Ash rodhiyallohu ‘anhuma ia berkata : “Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berkata keji dan bukanlah orang yang keji. Dan beliau bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik manusia di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya.” HSR. Al Bukhori dalam shohiehnya no. 3559 dan Muslim dalam shohiehnya no. 6177.

Kedua, termasuk wanita yang beruntung.

Saudaraku, seorang muslimah yang dinikahi oleh lelaki sholeh dari kalangan juru dakwah baik ia sebagai istri yang pertama atau kedua dan seterusnya termasuk wanita yang beruntung, dan bukan wanita yang sedang mendapat musibah sebagaimana tuduhan  banyak orang.

Mengapa demikian? Karena ia dinikahi oleh bukan sembarang lelaki. Namun ia dinikahi oleh lelaki yang memiliki kedudukan mulia dalam pandangan Islam. Lelaki sholeh yang kebaikan agama dan akhlaknya telah dirasakan manfaatnya oleh umat. Bukankah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan setiap orang tua atau wali menikahkan putrinya kepada orang yang diridhoi agama dan akhlaknya? Selain itu, bukankah beliau juga menyertakan peringatan akan adanya fitnah dan kerusakan yang besar jika permasalahan ini diabaikan? Maka dengan berita mana lagi kita akan beriman?

 Dari Abu Hatim al-Muzani rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ.

“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia dengan anak kalian. Jika kalian tidak melakukannya maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan      yang besar.”   HR. Tirmdizi dalam sunannya      no. 1108 dinilai hasan ligoirihi oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Ash-Shohiehah   no. 1022 dan Irwaul Gholil no. 1868

Ketiga, memperoleh teman terbaik dalam hidupnya.

Saudaraku, tidak diragukan lagi bahwa sosok ‘seorang teman’ banyak memberikan pengaruh kepada kehidupan seseorang. Bahkan kualitas agama seseorang bisa dilihat dengan siapa ia berteman.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ  الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya     Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Seseorang itu berdasar agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian untuk memperhatikan siapa teman dekatnya.”  HR. Abu Dawud dalam sunannya no. 4835 dihasankan oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohiehul Jaami’ no. 3545

Maka seorang muslimah yang diperistri juru dakwah, ia telah memperoleh teman hidup terbaik dalam kehidupannya.

Keempat, termasuk penolong agama Alloh ( Anshorulloh )

Saudaraku, menyeru manusia kepada tauhid dan sunnah dan memperingatkan mereka dari syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya termasuk usaha nyata dalam menolong agama Alloh. Maka seorang juru dakwah dan orang-orang yang membantu urusannya termasuk para penolong agama  Alloh. Begitu pula dengan istri yang mendampingi dan mendukungnya. Mereka semua adalah para penolong agama Alloh yang Dia telah berfirman untuk mereka :

“Hai orang-orang beriman, jika  kamu menolong agama  Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” QS. Muhammad ; 47 : 7

Kelima, memperoleh ganjaran yang besar.

Saudaraku, tidak diragukan lagi bahwa menyeru manusia kepada ajaran Islam yang sesuai sunnah –jika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam- termasuk amal sholeh yang bermanfaat dan sarat ganjaran dari Alloh Rabbul ‘Aalamien. Begitu pula, dengan orang yang mendukung aktifitas tersebut dengan harta dan jiwanya, ia pun mendapat pahala semisal orang yang melakukannya. Maka istri yang mendukung penuh suaminya dalam berdakwah baik dengan harta dan lainnya termasuk orang yang memperoleh ganjaran yang besar.

Rosululloh  shollallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kebaikan maka baginya ganjaran semisal orang yang mengamalkannya. HSR. Muslim dalam shohiehnya no. 5007 dari sahabat Abu Mas’ud al-Anshorie  rodhiyallohu ‘anhu

Saudaraku perhatikanlah hadits yang mulia ini. Menunjuki orang kepada kebaikan memiliki ganjaran di sisi Alloh semisal orang yang mengamalkannya. Apalagi jika kita mendukung penuh para da’i Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan harta dan apa pun potensi yang kita miliki tentunya sungguh besar sekali manfaat dan ganjaran yang akan kita terima.

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِىِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ  مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِى أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا.

 Dari Zaid bin Kholid al-Juhani rodhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang memperbekali seseorang yang akan berperang di jalan Alloh, maka ia termasuk orang yang berperang. Dan barangsiapa yang menggantikannya untuk mengurus keluarganya dengan      baik, maka sungguh ia termasuk orang yang berperang.”   HSR. Al Bukhori dalam shohiehnya   no. 2843 dan Muslim dalam shohiehnya    no. 5011.

Renungilah perjalanan hidup ummahatul mu’minin ( istri-istri Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam semoga Alloh meridhoi mereka semuanya, aamien ). Sungguh keutamaan dan ketauladanan mereka dalam mendampingi Rosululloh shollalllohu ‘alaihi wa sallam dan mendukung tugas beliau dalam menyeru manusia kepada ajaran Islam tidaklah mungkin tertandingi oleh generasi manapun.

Keenam, meraih kedudukan yang tinggi di dalam surga.

Saudaraku, sungguh Alloh dan Rosul-Nya telah menjanjikan surga dan derajat yang tinggi bagi orang-orang yang bertakwa. Dan tidak diragukan lagi, seorang juru dakwah yang benar termasuk di dalamnya. Maka seorang istri juru dakwah yang tulus dalam mendampingi suaminya akan dikumpulkan kembali bersama suaminya di dalam surga kelak. Maka kenikmatan Robb kalian manakah yang kalian dustakan?

Saudaraku, demikian di antara keutamaan menjadi istri seorang juru dakwah. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mendatangkan pahala yang besar di sisi Alloh Ta’aala bagi kita semua. Dan pada akhirnya, semoga Alloh menjadikan kita semua termasuk ahlul khoir di dunia dan di akhirat kelak, aamien.

Sumber : Buletin Dakwah Islam ‘Sabilul Mu’minin’ No. 45 Thn Ke VI  Tgl  25  Muharrom 1432 H /  31  Desember  2010 M  

----------------------------------------------------------------------------

Sebuah catatanku di Facebook lihat : http://www.facebook.com/?ref=home#!/note.php?note_id=180075285377711

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar